KPID SULUT BERSAMA PEMKOT BITUNG TERUS SOSIALISASIKAN ANALOG SWITCH OFF 2022

0
175
TV ANALOG 2022 Bitung
KPID SULUT BERSAMA PEMKOT BITUNG TERUS SOSIALISASIKAN ANALOG SWITCH OFF 2022
KPID SULUT BERSAMA PEMKOT BITUNG TERUS SOSIALISASIKAN ANALOG SWITCH OFF 2022
BITUNG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Utara (KPID Sulut) terus gencar melakukan sosialisasi Program Nasional Analog Switch Off (ASO) atau Migrasi siartan dari siaran televisi (TV) analog ke siaran TV digital.
Melalui berkolaborasi dengan pemerintah Kota Bitung, KPID menggelar sosialisasi kebijakan nasional tersebut kepada jajaran pemerintah kota Bitung pada Senin 13/06/2022 di Aula Kantor Pemerintah Kota Bitung.
Dalam kegiatan sosialisasi ini hadir Tiga Komisioner KPID Sulut yakni, Kordinator Bidang Kelembagaan, Pengasihan Amisan, S.IP, anggota Meilany Rauw, SE dan Merlyn Watulangkow, SH serta dua narasumber yakni Fabian Kaloh, S.IP., M.Si dan Melky Pangemanan, S.IP., M.AP., M.Si yang merupakan anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Komisioner KPID Sulut Pengasihan Amisan, S.IP dalam sambutannya menyampaikan maksud dari kegiatan tersebut adalah untuk terus memberi informasi dan edukasi kepada masyarakat dalam menyambut Program Nasional Analog Switch Off (ASO) 2022. KPID Sulut berharap informasi mengenai Progran Nasional migrasi siaran dari TV Analog ke TV Digital ini bisa tersampaikan secara masif ke masyarakat.
“Kiranya melalui kegiatan Sosialisasi ini, bersama dengan Pemerintah Kota Bitung sebagai penyelenggara, Masyarakat bisa mendapatkan informasi dan edukasi mengenai landasan hukum sampai ke perihal teknis pendistribusian Set Top Box (STB) dalam Program Nasional  migrasi siaran dari TV Analog ke TV Digital atau ASO ini”. ujar Bung Santo, sapaan akrab Komisioner berlatar belakang wartawan juga aktivis mahasiswa GMNI.
Semebtara itu, Walikota Bitung Ir. Maurits Mantiri dalam sambutan yang dibacakan Kadis Kominfo Kota Bitung Ir. Theodorus Rompas., ST., ME, mengatakan, kegiatan Literasi Digital Sosialisasi Program Nasional Analog Switch Off (ASO) sangat penting.
“Sosialisasi yang diinisiasi oleh KPID Sulut ini sangat tepat dilakukan untuk memberikan edukasi baik secara praktis maupun teknis kepada masyarakat melalui perangkat kecamatan, kelurahan dan lingkungan yang dalam kegiatan ini sebagai peserta.” ucap Theo.
Dalam proses sosialisasi inipun anggota DPRD Sulut, Fabian Kaloh mengatakan bahwa Program Nasional Migrasi siaran ini menjadi hal yang urgent untuk diketahui masyarakat. Agar supaya melalui sosialisasi ini masyarakat bisa cepat untuk beradaptasi. Selain itu program nasional ini juga sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Bitung yakni Kota Digital.
“Masyarakat Bitung perlu mendapatkan informasi-informasi terkait dengan migrasi TV Analog ke TV Digital, agar supaya masyarakat bisa cepat beradaptasi dalam proses migrasi ke Tv Digital serta  mengkonsumsi tontonan dari siaran-siaran yang berkualitas dan itu free,”ujar Faban.
Fabian juga mengatakan dengan beralihnya ke TV Digital masyarakat tentunya akan di sajikan dengan siaran-siaran dari chanel siaran yang verified dan yang bisa dinikmati masyarakat tanpa terganggu atau kabur.
Melky Pangemanan dalam pemaparannya menjelaskan Landasan Hukum dalam Program Nasional Analog Switch off sudah sangat explisit. Maka dari itu dibutuhkan kerja sama dari semua pihak. Apalagi bagi para ASN informasi ini harus diketahui oleh publik.
“Kan prinsip regulasi harus diketahui oleh publik, kalau Undang-Undang atau Peraturan yang sosialisasikan tidak masuk ke daerah Bitung dan terjadi integrasi misalnya nanti masyarakat tidak patuh, tidak koopertaif, dalam mendukung program pemerintah, nanti pemerintah juga akan kesulitan dalam mengeksekusi suatu program yang dibuat melalui peraturan perundangan,” jelas melky.
Melky pun menambahkan, KPID pun sudah pro aktif dan terlihat sudah progresif dengan mengadakan kegiatan-kegiatan sosialisasi untuk mendukung Program Nasional seperti ini, ditambah lagi sinergitas KPID Sulut dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kotayang terkoordinasi secara baik.
Lewat sosialisasi ini Komisioner Merlyn Watulangkow menegaskan, tentang mekanisme pendistribusian STB gratis yang akan di distribusikan oleh pihak PT.POST.
“Adapun juga Lembaga Penyiaran yang sudah memastikan akan memberikan kontribusi STB gratis dalam hal ini yakni pihak Metro dan Trans TV kemarin kami juga mendapat info kalau TVRI juga akan memberikan kontribusi tetapi belum ada rincian berapa jumlah yang akan di distribusikan.”pungkasnya.
Merlyn menambahkan, dalam teknis pendistribusian ke masyarakat, pihak yang bertugas  yakni dalam hal ini PT.POST, bukan hanya mendistribusikan tetapi sampai pada tahap cara pemasangan STB.
Sebelum menyelesaikan kegiatan sosialisasi ini adapula tambahan informasi teknis dari Komisioner Meilany Rauw yakni tentang cara memastikan signal untuk TV Digital melalui aplikasi.
“Aplikasinya tersedia di Android jadi bapak/Ibu camat dan lurah bisa mensosialisasikan kepada warga untuk memastikan bahwa dirumahnya bisa mengakses signal TV Digital”, tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini