Di Lolak, Diduga Oknum Guru Cabuli 7 Siswa SD

0
515
Beberapa Anak Siswa SD saat di BAP Polsek Lolak.(sulutimes)

SULUTIMES Bolmong – Petikan judul lagu yang lagi viral belakangan ini yakni “Entah apa yang merasukimu” nampaknya begitu cocok disematkan kepada oknum guru SD N 2 Mongkoinit, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang- Mongondow (Bolmong). 

Pasalnya sebagai seorang pendidik yang mestinya mengajarkan hal yang baik, pria dengan inisial LM alias Lexi (58) ini, diduga justru mengajak muridnya untuk nonton film Dewasa hingga tega mencabuli 7 orang siswinya yang masih belia.

Dari penuturan wartawan basudara.net, perbuatan bejat sang oknum guru paruh baya itu terungkap lewat pengakuan salah satu siswi kelas 5 yang untuk menjaga psikologi bocah tersebut namanya kita samarkan dengan sebutan “Bintang”.

Di mana boca yang baru berusia 9 tahun ini tiba-tiba saja meminta kepada kedua orang tuanya kalau tidak lagi mau bersekolah jika tidak dipindahkan di sekolah yang lain.

Merasa ada yang janggal dengan mimik Bintang saat meminta berhenti sekolah atau dipindahkan di sekolah yang lain, kedua orang tuanya pun coba menanyakan secara baik-baik hingga disitulah terungkap kalau oknum guru sudah tak terhitung lagi melakukan perbuatan pedovelia itu. Bahkan lebih parah lagi tidak hanya satu anak melainkan 7 orang siswi di waktu yang berbeda.

Hal ini pun turut dibenarkan Kapolsek Lolak AKP AR Faudji SH MH yang disampaikan melalui penyidiknya Bripka Isnan saat para orang tua siswa memberikan laporanya secara resmi sekitar pukul 07:30 Wita, Kamis (14/11/2019).

Sekitar 20 menit kemudian yang bersangkutan langsung diamankan tanpa ada perlawanan.

“Terduga pelaku pencabulan itu telah mengakui perbuatannya, sehingga untuk sementara yang bersangkutan kita amankan di Polsek,” terang Isnan.

Ia juga mengatakan kalau potensi bertambahnya korban masih sangat memungkinkan mengingat yang bersangkutan sudah bertugas 2 tahun di sekolah itu.

“Kita masih akan terus dalami kasus ini. Sebab ada potensi korban bisa saja lebih dari yang diketahui skarang ini,” tambahnya lagi.

Adapun ketentuan yang akan diberlakukan kepada terduga pelaku yakni Undang-undang tentang perlindungan anak pasal 81 ayat 1 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Kemungkinan hukuman bisa lebih berat lagi mengingat terduga adalah oknum pendidik yang mestinya menjadi contoh dan dipandang cukup paham akan aturan,” pungkasnya.

 

Adri Paputungan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini