Ini Profil Timsel Bawaslu Provinsi Papua Barat

0
36

BASUDARA.NET, Papua Barat—Lima Tim seleksi (Timsel) Bawaslu Provinsi Papua Barat sudah mulai menjalankan tugas dan tanggung jawab, melakukan rekrutmen bakal calon Bawaslu Provinsi Papua Barat.

Ini merupakan profil singkat kelima Timsel;

Ketua Timsel

Hasan Makasar, SPd tercatat masih aktif sebagai Pegawai Negeri Sipil yang menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Wilayah IV Raja Ampat. Hasan juga pernah terlibat dalam beberapa agenda Kepemiluan seperti Penyelenggara Pemilu Distrik Misool Barat Ketua PPD 2010, kemudian pernah berpartisipasi atau pemateri pada kegiatan sekolah Bawaslu Provinsi Papua Barat 2021. Selain itu, memiliki pengalaman di luar negeri sebagai professional development in Tesol Australia Gold Coast Brisbane 2008 dan melakukan studi banding Guru Berprestasi di Amerika Serikat, Washington DC, Philadelphia, dan New York 2014.

Sekretaris Timsel

Alwiyah Sakti RamdhonSyah Rakia, SH MH tercatat sebagai Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sorong dari 2018 sampai sekarang. Dengan keahlian dan kompetensi Hukum Tata Negara, Hukum Admnistrasi Negara, Ilmu Perundang-Undangan.
Masuk sebagai Tim Revitalisasi Pencasila Kota Sorong (Keputusan Walikota Sorong No 800.05/69/2020) dengan masa kerja tahun 2020-2025. Jabatan lain juga sebagai Ketua Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sorong (2019-sekarang). Pembina Forum Ilmiah Kajian Konstitusi dan Ketatanegaraan (RUMAH KITA, 2019-sekarang). Sekretaris Timsel ini, juga pernah menerbitkan buku dengan judul Dasar-Dasar Hukum Tata Negara: Suatu Kajian Pengantar Hukum Tta Negara dalam Perspektif Teoritis-Filosofis (2019). Pernah juga membuat jurnal internasional dan nasional.

 

Anggota Timsel

Dr. Hamzah, M.Ag saat ini ia menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong (www.iainsorong.ac.id) di Papua Barat, Indonesia. Sebelumnya, menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, Jalan Sorong Klomono Klablim KM 17 Kota Sorong Papua Barat. Dia pertama kali terlibat sebagai Tim Panelis (Debat Publik) pasangan calon wali kota Sorong dan calon bupati Tambrau Provinsi Papua Barat pada tahun 2017. Tahun 2018 diamanahi sebagai Panelis Tim seleksi anggota KPU Kabupaten dan Kota Se-Papua Barat oleh KPU Pusat. Pengabdian lainnya yang beliau lakukan adalah sebagai Ketua Dewan Pakar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Sorong dan Ketua Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Sorong. Beliau memperoleh gelar Doktor bidang Ilmu Ekonomi Islam dari Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia.

Anggota Timsel

Viktory N.J. Rotty. Dosen di Universitas Negeri Manado (Unima). Jabatan fungsional Lektor Kepala, bergelar doktor di bidang Manajemen Pendidikan, dan Magister Pendidikan, juga pernah studi di Universitas Kristen Indonesia Tomohon dan bergelar Magister Teologi.
Memiliki Pengalaman Kepemiluan sejak 2004, aktif Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR), Komite Pemilih Indonesia (TePI), dan Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI). 2013-2018 Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung Sulawesi Utara. 2018 menjadi Sekretaris Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara. 2020 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). 2022 Tim Seleksi Calon Anggota Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Provinsi Papua Barat. Selain itu aktif juga menulis artikel-artikel ilmiah tentang kepemiluan di jurnal nasional dan international.

Anggota Timsel 

Ichal Supriadi, SH MA merupakan Timsel yang sudah malang melintang berkiprah di luar negeri sebagai pegiat Pemilu. Saat ini ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Jaringan Demokrasi Asia—Asia Democracy Network (www.adnasia.org) berbasis di Korea Selatan. Sebelumnya, menjabat sebagai Direktur Eksekutif Asian Network for Free Elections—ANFREL (www.anfrel.org). Dia menghadiri lebih dari 40 misi pemantauan pemilu internasional di negara-negara Asia sejak tahun 1998. Dia pertama kali terlibat dengan gerakan mahasiswa Indonesia, kemudian bergabung dengan Komite Pemantau Pemilu Independen (KIPP) pada tahun 1998 dan bergabung dengan ANFREL pada tahun 2016. Dia aktif terlibat dalam gerakan demokrasi, dengan mendirikan lembaga Democracy Watch Indonesia (2001), salah satu pendiri INDEPT Indonesia (2012), dan dewan penasihat Aliansi Hak Asasi Manusia, Pakistan, dan juga Dewan Pengarah di People Empowerment Foundation, Thailand. Beliau memperoleh gelar Magister Hak Asasi Manusia dari Institute Human Rights and Peace Studies, Mahidol University, Thailand.

(kyp/bsn/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini